Devi, Yanti (2026) NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM TRADISI KHUTBAH ADAT DI NAGARI TALAO SUNGAI KUNYIT SOLOK SELATAN. Other thesis, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.
|
Text
Skripsi Devi Yanti -Cover-Bab I.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
Skripsi Devi Yanti -Bab II-Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi khutbah adat di Nagari Talao Sungai Kunyit, Kabupaten Solok Selatan. Fokus penelitian meliputi proses pelaksanaan tradisi khutbah adat, nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung di dalamnya, serta faktor pendukung dan penghambat keberlangsungan tradisi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan informan utama yaitu ninik mamak, alim ulama, dan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi khutbah adat di Nagari Talao Sungai Kunyit dilaksanakan secara turun-temurun melalui tahapan yang terstruktur, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga penutupan, dan dilaksanakan satu hari setelah salat Idul Fitri. Pelaksanaan khutbah adat diawali dengan pemberitahuan kepada masyarakat oleh dubalang rajo, dilanjutkan dengan persiapan tempat oleh kaum ibu, serta dihadiri oleh ninik mamak, alim ulama, dan masyarakat yang duduk di bawah anjungan. Khutbah adat dimulai dengan pembacaan lafaz berbahasa Arab oleh bilal dan khatib, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan naskah khutbah adat berbahasa Arab gundul menggunakan irama khas, dan diakhiri dengan doa serta prosesi bersalaman dan pengambilan hasil yang telah disiapkan sebagai bagian dari tradisi penutup. Tradisi ini melibatkan berbagai unsur masyarakat dan diatur oleh ketentuan adat yang mengikat. Nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam tradisi khutbah adat meliputi nilai akidah, ibadah, dan akhlak. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam penguatan keimanan kepada Allah Swt., ajakan untuk menaati perintah dan menjauhi larangan-Nya, serta pembentukan adab, sopan santun, dan penghormatan terhadap tokoh adat dan sesama masyarakat. Keberlangsungan tradisi khutbah adat didukung oleh peran kuat ninik mamak dan alim ulama, kesadaran masyarakat dalam melestarikan tradisi, serta momentum pelaksanaan yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Adapun faktor penghambatnya meliputi keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap isi khutbah, keterbatasan waktu pelaksanaan, serta menurunnya minat generasi muda akibat perubahan sosial dan budaya.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
