Andika, Muhlisin (2026) PEMANFAATAN PELEPAH KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU BRIKET ARANG DENGAN PEREKAT TEPUNG TAPIOKA. Other thesis, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.
|
Text
SKRIPSI ANDHIKA MUHLISIN - COVER-BAB I.pdf Download (7MB) |
|
|
Text
SKRIPSI ANDHIKA MUHLISIN - BAB II-LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi perekat tepung tapioka terhadap karakteristik briket arang yang dibuat dari pelepah kelapa sawit sebagai upaya pemanfaatan limbah biomassa menjadi sumber energi terbarukan ramah lingkungan. Limbah pelepah sawit yang melimpah di sekitar perkebunan memiliki kandungan lignoselulosa yang potensial untuk diolah menjadi briket arang berkualitas. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yaitu konsentrasi perekat tepung tapioka pada lima perlakuan, yaitu 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%, masing-masing diulang sebanyak lima kali. Parameter yang diuji meliputi kadar air, kadar abu, kerapatan, kadar zat terbang, kadar karbon terikat, dan nilai kalor briket arang. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf signifikansi 5% untuk melihat perbedaan nyata antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi perekat berpengaruh nyata terhadap kadar zat terbang dan kadar karbon terikat, kadar air, kadar abu, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kerapatan briket arang. Nilai kadar air briket berkisar antara 2,3–3,6% dan kadar abu 4,7–6,1%, yang seluruhnya memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI 01-6235-2000) dengan batas maksimum 8%. Kerapatan briket yang dihasilkan berada pada kisaran 0,50–0,60 g/cm³, telah melampaui nilai minimum standar SNI sebesar 0,44 g/cm³. Kadar zat terbang berkisar 4,2–18,5%, dimana konsentrasi perekat tinggi cenderung meningkatkan nilai zat terbang dan sebagian melebihi batas standar 15%. Kadar karbon terikat berada pada kisaran 71,9–88,8%, dengan beberapa perlakuan memenuhi standar minimal SNI sebesar 77%. Nilai kalor tertinggi diperoleh pada konsentrasi perekat 5%, yaitu 4.434 kal/g, yang menunjukkan bahwa briket arang pelepah sawit memiliki kualitas cukup baik sebagai bahan bakar alternatif meskipun belum mencapai standar 5.000 kal/g. Secara keseluruhan, pelepah kelapa sawit berpotensi besar dimanfaatkan sebagai bahan baku briket arang dengan perekat tepung tapioka, terutama pada penggunaan konsentrasi perekat rendah hingga sedang untuk menghasilkan briket yang memenuhi sebagian besar standar mutu dan mendukung pengembangan energi terbarukan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | pelepah kelapa sawit, briket arang, perekat tepung tapioka, energi terbarukan |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > Ilmu Kehutanan B Philosophy. Psychology. Religion > Fakultas Kehutanan > Ilmu Kehutanan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat > Fakultas Kehutanan > Ilmu Kehutanan |
| Divisions: | Library of Congress Subject Areas > B Philosophy. Psychology. Religion > Ilmu Kehutanan Library of Congress Subject Areas > B Philosophy. Psychology. Religion > Fakultas Kehutanan > Ilmu Kehutanan Fakultas Kehutanan > Ilmu Kehutanan |
| Depositing User: | Unnamed user with email repo@umsb.ac.id |
| Date Deposited: | 10 Mar 2026 06:57 |
| Last Modified: | 10 Mar 2026 06:57 |
| URI: | http://eprints.umsb.ac.id/id/eprint/4029 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
