Yanggi, Putra (2026) TANGGUNG JAWAB AYAH TERHADAP NAFKAH ANAK PASCA PERCERAIAN (STUDI KASUS PERKARA NOMOR 243/Pdt.G/2025/PA.Pdg) DI PENGADILAN AGAMA KELAS IA PADANG. Other thesis, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.
|
Text
Skripsi Yanggi Putra - Cover - Bab I.pdf Download (11MB) |
|
|
Text
Skripsi Yanggi Putra - Bab II - Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (8MB) |
Abstract
Penelitian ini membahas tanggung jawab ayah terhadap pemenuhan nafkah anak pasca perceraian dengan studi kasus Putusan Nomor 243/Pdt.G/2025/PA.Pdg di Pengadilan Agama Padang Kelas IA . Perceraian tidak menghapus kewajiban ayah dalam memenuhi kebutuhan hidup anak, baik menurut hukum Islam maupun hukum positif di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan tanggung jawab nafkah anak berdasarkan putusan pengadilan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan ayah dalam menjalankan kewajiban tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan metode pengumpulan data melalui studi putusan, telaah peraturan perundang-undangan, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majelis hakim menetapkan kewajiban nafkah anak sebesar Rp1.500.000,00 perbulan dengan kenaikan 10–20% setiap tahun di luar biaya pendidikan dan kesehatan, berdasarkan prinsip kepatutan, keadilan, serta kemampuan ekonomi ayah. Penetapan tersebut sejalan dengan Undang-Undang Perkawinan, KHI Surat Edaran Mahkamah Agung, serta ketentuan perlindungan anak. Namun demikian, dalam praktiknya masih dijumpai kendala pelaksanaan nafkah yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, hubungan emosional orang tua pasca perceraian, kesadaran hukum ayah, serta kondisi psikologis dan sosial. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran pengadilan dalam menjamin kepastian hukum pemenuhan nafkah anak serta perlunya peningkatan kesadaran orang tua agar hak-hak anak tetap terlindungi demi keberlangsungan tumbuh kembang dan masa depan anak.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
