Ahmad, Siddik (2026) DAMPAK JUDI ONLINE TERHADAP PEMENUHAN KEWAJIBAN NAFKAH (STUDI KASUS DI JORONG SIGANTANG). Other thesis, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.
|
Text
Ahmad Siddik -Cover-Bab I.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
Ahmad Siddik - Bab II-Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya praktik judi online di tengah masyarakat yang berdampak pada kehidupan keluarga, khususnya terhadap pemenuhan kewajiban nafkah oleh kepala keluarga. Di Jorong Sigantang, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, fenomena judi online mulai memengaruhi kondisi ekonomi dan keharmonisan rumah tangga. Dalam perspektif Hukum Keluarga Islam, pemenuhan nafkah merupakan kewajiban utama suami sebagai kepala keluarga. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi kepala keluarga melakukan judi online serta dampaknya terhadap pemenuhan kewajiban nafkah keluarga. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Motivasi kepala keluarga melakukan judi online di Jorong Sigantang Kabupaten Pasaman Barat? (2) Bagaimana dampak judi online terhadap pemenuhan kewajiban nafkah kepala keluarga di Jorong Sigantang Kabupaten Pasaman Barat? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan kepala keluarga, istri, tokoh masyarakat, serta dokumentasi dan observasi lapangan. Data dianalisis secara deskriptif-analitis dengan pendekatan Hukum Keluarga Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kepala keluarga melakukan judi online dipengaruhi oleh faktor ekonomi, yaitu keinginan memperoleh penghasilan tambahan secara cepat, faktor psikologis berupa hiburan dan rasa penasaran, serta faktor lingkungan sosial dan kemudahan akses teknologi. Namun, praktik judi online berdampak negatif terhadap pemenuhan kewajiban nafkah, baik nafkah lahir maupun nafkah batin. Secara ekonomi, sebagian pendapatan keluarga dialihkan untuk berjudi sehingga kebutuhan dasar keluarga tidak terpenuhi secara optimal. Secara psikologis dan sosial, terjadi penurunan perhatian kepala keluarga terhadap istri dan anak, muncul konflik rumah tangga, serta menurunnya keharmonisan keluarga.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
