Hubungan Pelaksanaan Komunikasi SBAR dengan Budaya Keselamatan Pasien Di RSU Madina Bukittinggi Tahun 2025

Elsa, Putri (2025) Hubungan Pelaksanaan Komunikasi SBAR dengan Budaya Keselamatan Pasien Di RSU Madina Bukittinggi Tahun 2025. Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4 (4). pp. 1-6. ISSN 2964-0466

[img] Text
22190039 Elsa Putri.pdf

Download (5MB)

Abstract

Pendahuluan: Komunikasi SBAR merupakan salah satu strategi penting untuk memperkuat budaya keselamatan pasien, terutama dalam menghadapi meningkatnya kasus medical error akibat kelalaian pelayanan. Penerapan metode ini di rumah sakit berperan dalam mengurangi risiko terjadinya insiden yang tidak diinginkan. Tujuan: diketahuinya pelaksanaan komunikasi SBAR dan diketahuinya pelaksanaan budaya keselamatan pasien serta diketahuinya hubungan antara pelaksanaan komunikasi SBAR dengan budaya keselamatan pasien di RSU Madina Bukittinggi. Metode: penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan kepada 32 perawat di unit rawat inap RSU Madina Bukittinggi pada bulan mei 2025. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa sebagian perawat menilai pelaksanaan komunikasi SBAR belum optimal, dan persepsi mereka terhadap budaya keselamatan pasien juga tergolong kurang baik. Berdasarkan hasil uji Chi-Square, ditemukan hubungan yang signifikan antara komunikasi SBAR dengan budaya keselamatan pasien (p-value = 0,012). Kesimpulan : pelaksanaa konunilasi SBAR dilapangan sudah berjalan tetapi belum optimal karena sebagian besar merasa kurang baik, salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah minimnya informasi yang disampaikan. Sebagian perawat juga merasa kurang baik dalam meningkatkan budaya keselamatan pasien hal ini dipengaruhi oleh hambatan dalam berkomunikasi terbuka serta ketidak lengkapan informasi saat handover. Hasil penelitian ini mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara pelaksaaan komunikasi SBAR dan budaya keselamatan pasien di RSU Madina Bukittinggi. Saran : Sebaiknya adakan pelatihan berkala dengan fokus pada komunikasi SBAR. Pelatihan harus menekankan pentingnya kelengkapan informasi dan cara menyampaikannya secara efektif. Agar proses komunikasi SBAR berjalan dengan optimal, diharapkan pada saat proses komunikasi SBAR budaya keselamatan pasien dapat ditingkatkan dengan cara menyampaikan informasi dengan lengkap. Dari hasil penelitian terdapat hubungan, komunikasi SBAR memiliki peranan penting dalam meningkatkan budaya keselamatan pasien. Kata kunci: Komunikasi SBAR, Budaya Keselamatan Pasien

Item Type: Article
Subjects: Administrasi Rumah Sakit
N Fine Arts > Fakultas Kesehatan > Administrasi Rumah Sakit
Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat > Fakultas Kesehatan > Administrasi Rumah Sakit
Divisions: Library of Congress Subject Areas > Administrasi Rumah Sakit
Library of Congress Subject Areas > N Fine Arts > Fakultas Kesehatan > Administrasi Rumah Sakit
Fakultas Kesehatan > Administrasi Rumah Sakit
Depositing User: Unnamed user with email repo@umsb.ac.id
Date Deposited: 05 Aug 2026 07:18
Last Modified: 05 Aug 2026 07:18
URI: http://eprints.umsb.ac.id/id/eprint/4206

Actions (login required)

View Item View Item