DAMPAK BANJIR BANDANG (GALODO) TERHADAP JENIS KEANEKARAGAMAN AMFIBI (ORDO ANURA) DI SUNGAI AIR DINGIN LUBUK MINTURUN KOTA PADANG

Irma, Wardani (2026) DAMPAK BANJIR BANDANG (GALODO) TERHADAP JENIS KEANEKARAGAMAN AMFIBI (ORDO ANURA) DI SUNGAI AIR DINGIN LUBUK MINTURUN KOTA PADANG. Other thesis, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.

[img] Text
SKRIPSI IRMA WARDANI-COVER-BAB I.pdf

Download (8MB)
[img] Text
SKRIPSI IRMA WARDANI-BAB II-LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (9MB)

Abstract

Banjir bandang (galodo) merupakan bencana hidrometeorologi yang dapat mengubah kondisi fisik habitat sungai dan mempengaruhi keberadaan amfibi. Amfibi dikenal sensitif terhadap perubahan lingkungan sehingga sering digunakan sebagai indikator kualitas ekosistem. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis dan jumlah individu amfibi serta menganalisis indeks keanekaragaman, kemerataan, dan kesamaan amfibi pascagalodo di Sungai Air Dingin Lubuk Minturun, Kota Padang. Penelitian dilaksanakan pada April–Juni 2026 menggunakan metode Visual Encounter Survey (VES) pada tiga stasiun pengamatan dengan tingkat dampak galodo yang berbeda.Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 54 individu amfibi yang terdiri atas 10 spesies dari 4 famili, yaitu Bufonidae, Dicroglossidae, Ranidae, dan Rhacophoridae. Jumlah individu tertinggi ditemukan pada Stasiun I (47 individu), sedangkan Stasiun II dan III masing-masing 4 dan 3 individu. Nilai indeks keanekaragaman (H') berturut-turut sebesar 2,082; 0,694; dan 0,000. Nilai indeks kemerataan (E) sebesar 0,904; 1,001; dan 0,000, sedangkan indeks kesamaan antar stasiun berkisar antara 18,18–66,67%. Kondisi fisika-kimia perairan menunjukkan stasiun I memiliki habitat yang lebih baik dengan air jernih, pH mendekati netral, dan oksigen terlarut lebih tinggi.Berdasarkan hasil penelitian, banjir bandang (galodo) menyebabkan penurunan jumlah individu dan keanekaragaman amfibi serta perubahan kondisi habitat di Sungai Air Dingin Lubuk Minturun. Dampak terbesar terjadi pada stasiun III yang mengalami gangguan habitat paling tinggi akibat galodo.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Galodo, Amfibi, Keanekaragaman, Habitat Sungai, Sungai Air Dingin.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > Ilmu Kehutanan
B Philosophy. Psychology. Religion > Fakultas Kehutanan > Ilmu Kehutanan
Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat > Fakultas Kehutanan > Ilmu Kehutanan
Divisions: Library of Congress Subject Areas > B Philosophy. Psychology. Religion > Ilmu Kehutanan
Library of Congress Subject Areas > B Philosophy. Psychology. Religion > Fakultas Kehutanan > Ilmu Kehutanan
Fakultas Kehutanan > Ilmu Kehutanan
Depositing User: Unnamed user with email repo@umsb.ac.id
Date Deposited: 04 Sep 2026 03:11
Last Modified: 04 Sep 2026 03:11
URI: https://eprints.umsb.ac.id/id/eprint/4324

Actions (login required)

View Item View Item